APENSO INDONESIA

header ads

Malam TIRAKATAN Di Tengah Pandemi COVID – 19

“Malam TIRAKATAN Di Tengah Pandemi COVID – 19“


Oleh : H. Banu Atmoko
Apenso Indonesia



   Setiap tahunnya, Indonesia mengadakan peringatan kemerdekaan di bulan Agustus. Pada tanggal 17 Agustus, negara dan instansi pemerintahan baik negeri maupun swasta secara serentak melaksanakan upacara bendera untuk memperingati detik-detik proklamasi kemerdekaan RI. 

   Malam sebelumnya, yaitu tanggal 16 Agustus, ada tradisi di tengah-tengah masyarakat yang masih dilaksanakan hingga kini. Masyarakat menyebut itu sebagai “Malam Tirakatan”. Tirakatan dilaksanakan di setiap RT atau Desa. Masyarakat mulai dari anak kecil hingga orang tua berkumpul di tempat terbuka sambil membawa makanan masing-masing. Biasanya, para ibu yang tergabung dalam PKK bertugas untuk menyiapkan konsumsi. 

   Tirakatan bukanlah acara yang formal. Tirakatan dimaknai sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diraih oleh bangsa Indonesia sehingga saat ini masyarakat dapat berkumpul secara aman dan makan bersama dengan tenang tanpa ada gangguan dari penjajah.

   Tirakatan terasa sakral dengan kehadiran tumpeng yang diberi bendera merah putih berukuran kecil diatasnya. Ketika tirakatan, umumnya tempat untuk laki-laki dan perempuan dibedakan. Para tokoh masyarakat diberi tempat paling depan. Mereka ditunjuk oleh warga sekitar untuk membuka acara dan memberikan sambutan tentang refleksi peringatan hari kemerderaan RI. Setalah itu, tokoh agama setempat akan memimpin renungan yang dilanjutkan dengan doa untuk keberlangsungan bangsa agar selalu dilindungi Tuhan YME, menjadi lebih baik, aman, dan sejahtera.

   Hari Minggu, 16/8/2020 malam hari seperti biasanya digunakan untuk Malam Tirakatan ( Berdoa bersama ) Peringatan HUT Kemerdekaan RI. Tapi pada tahun 2020 ini kegiatan Malam Tirakatan ditiadakan di kampung – kampung karena adanya Virus Corona yang melanda negeri ini. Tetapi tidak di wilayah RT 05 RW 05 Bulak Rukem, tempat tinggal Penulis. Dimana pada hari tersebut tetap diadakan Malam Tirakatan yang dipimpin oleh Bapak Ustad H. Achmad Umar, di depan rumah bapak Ketua RT 05 RW 05 Bulak Rukem III Bapak Abdul Halim. 

   Tidak lama – lama, selesai doa dan makan - makan langsung acara bubar, dimana biasanya jika Malam Tirakatan seperti ini selalu sampai pagi ( Melekan ) tapi kini dengan adanya Pandemi selesai doa dan makan bubar. Doa ini adalah untuk para Pahlawan yang sudah gugur, serta semoga Virus Corona segera hilang dari Bumi ini khususnya kota Surabaya. Sehingga masyarakat bisa aman, nyaman dalam ekonomi dan anak - anak bisa kembali ke Sekolah untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Kata Ustad H. Achmad Umar.
#TantanganGuruSiana
#dispendikSurabaya
#Guruhebat

Posting Komentar

0 Komentar