APENSO INDONESIA

header ads

SERING ZIARAH KUBUR UNTUK INGAT KEMATIAN

SERING ZIARAH KUBUR UNTUK INGAT KEMATIAN


Oleh : Banu Atmoko
apensoindonesia.com



Kita pasti tahu dan sadar bahwa suatu kehidupan itu pasti ada akhirnya yaitu kematian. Kematian merupakan sesuatu peristiwa keluarnya ruh dari jasad manusia. Dalam Islam, kematian menjadi awal perpindahan dari alam dunia ke alam barzah, roh manusia yang wafat akan tinggal di alam barzah hingga kebangkitan manusia dari kuburnya saat kiamat kelak. 

Kematian menjadi permulaan menuju alam akhirat yang kekal, setelah kematian pun masih melewati masa pertanggung jawaban atas semua apa yang kita lakukan dan perbuat di dunia. Saat di alam kubur ada siksa kubur dan nikmat kubur, barang siapa yang saat di dunia banyak amal shaleh pasti akan beruntung dan mendapat nikmat kubur, dan sebaliknya. 

Penyesalan pun tidak ada gunanya lagi bagi ruh yang saat masih ada dalam jasad saat di dunia banyak melakukan dosa. Di dunia ini makhluk yang bernyawa pasti akan mengalami kematian, suatu kejadian yang rahasia bagi kita kapan dan dimana itu akan terjadi. Hanya Allah SWT yang Maha Tahu dan Maha Kuasa yang mengetahui kematian makhlukNya. 

Hanya saja dalam dunia nyata, banyak yang mengabaikan tentang kematian itu. Kita sering lalai bahwa kematian itu pasti akan datang, kita terlalu sibuk dengan hiruk-pikuk dunia, gemerlap dunia, keindahan dunia, kenikmatan dunia, sampai kita lalai. Sehari-hari kita hanya meluangkan sedikit waktu untuk beribadah kepada Allah SWT. Kesibukan dunia menjadikan ibadah kita nomor kesekian dan bukan yang utama, sebenarnya kita sebagai umat Islam sudah jelas diciptakan di dunia ini hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. 


 Telah tertulis dalam Surat Adz-Dzariyat ayat 56 Al-Qur’an:
ÙˆَÙ…َا Ø®َÙ„َÙ‚ْتُ ٱلْجِÙ†َّ ÙˆَٱلْØ¥ِنسَ Ø¥ِÙ„َّا Ù„ِÙŠَعْبُدُونِ



“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”

Sangat jelas bahwa Allah SWT telah berfirman bahwa manusia dan jin diciptakan untuk ibadah, bukan untuk bersenang-senang saja apalagi menyekutukanNya. Ibadah adalah inti dari tujuan diciptakannya makhluk. 

Dalam Islam sendiri ibadah terbagi dua yaitu ibadah mahdhah dan ibadah muamalah atau ibadah ghairu mahdhah. Ibadah mahdhah merupakan ibadah sebagai wujud penghambaan murni seorang hamba kepada Allah SWT. Dalam ibadah mahdhah, seorang hamba seakan terhubung langsung dengan Allah SWT melalui serangkaian ritual ibadah sesuai dengan yang disyariatkan. 

Sesuai perintah AllAh SWT baik dalam Al-Quran maupun sunnah, ibadah ini sesuai dengan prinsip yang sudah ditetapkan. Seperti sholat, zakat, puasa, iktikaf, sodaqoh, berqurban, berhaji, membaca Alquran dan masih banyak lagi.

Sedangkan ibadah gohiru mahdah yang bersifat ibadah antar sesama seperti menjauhi jual beli barang yang haram serta menikmati barang yang tidak halal, tidak menipu ataupun memanipulasi takaran, timbangan, dan kualitas barang dalam berdagang, menjauhi suap, riya, riba, iri dengki, bersenang senang dengan keluarga, bersosial, toleransi dan saling menghormati antar sesama dan masih banyak lagi. 

Dalam Islam kita harus seimbang dalam menjalankan ibadah dan mengamalkan, antara ibadah kepada Allah SWT, dan ibadah antar sesama. Hablum minallah, hablum minannas

Saat kita resapi dan cermati tentang kehidupan, karunia Allah SWT yang ada pada diri kita itu sebenarnya sangat banyak sekali, bila kita hitung mungkin tak terhingga. Kita diberi kehidupan di dunia ini untuk menikmati alam serta isi yang ada di dalamnya. Rezki, keluarga, anak yang kita sayangi, maupun kesehatan, semua itu adalah nikmatNya. Maha suci Allah, Tuhan seluruh Alam raya. 

Seharusnya kita sebagai orang Islam yang beriman harus selalu bersyukur atas segala nikmatNya. Walaupun itu sedikit atau banyak, susah atau senang, itu wujud ketaatan kita pada sang Pencipta. Jangan yang ada malah kesombongan dan kurang puas diri yang muncul di hati kita atas segala nikmatNya. 

Kita dalam hidup harus perbanyak menjalankan amalan ibadah kepada Allah SWT. Semua amal ibadah yang kita kerjakan itu kelak menjadi bekal dan penyelamat kita saat melewati dan menjalani setelah kematian itu tiba. 

Untuk mengingat kematian, penulis pada hari Kamis, 13/10/2022 selaku Kepala di SMP PGRI 6 Surabaya yang merupakan Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir melakukan kunjungan ke makam – makam yang ada di daerah Surabaya. 

Dalam kesempatan ini, penulis berharap Jika kelak mati akan banyak mendoakan penulis, serta penulis mengajak masyarakat untuk ingat kematian. 

#TantanganGuruSiana
#dispendikSurabaya
#Guruhebat





Posting Komentar

0 Komentar